ONLINE

Senin, 07 Maret 2011

TCW: Jamkesda Rawan Penyimpangan

TOMOHON — Pemkot Tomohon memastikan akan segera menggulir
program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) tahun anggaran 2011 ini.
Sejumlah elemen masyarakat Kota Bunga pun meminta agar penyelenggaraan
program tersebut mendapat pengawasan ekstra. Pasalnya, Jamkesda
dinilai menjadi salah satu program yang rawan penyimpangan.

“Pengawasan harus ketat. Sebab ini merupakan program yang menyentuh
langsung masyarakat kecil. Jangan lagi terjadi persoalan seperti tahun
lalu,” tegas Koordinator Eksekutif Tomohon Corruption Watch (TCW),
Steven Lalawi kepada Jurnal Sulut, Senin (07/03) kemarin.

Warning TCW tersebut patut mendapat perhatian serius dari Pemkot
Tomohon. Faktanya, sedikitnya Rp450 juta dana Jamkesda tahun 2010 lalu
ditengarai menguap entah kemana. Pasalnya, dari total anggaran di APBD
2010 yang mencapai Rp900 juta, dana yang dibayarkan oleh Pemkot kepada
PT Askes hanya mencapai Rp450 juta.

Untuk tahun 2011 ini, banderol anggaran program Jamkesda tersebut naik
menjadi Rp1,2 milyar. Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial (Dinkessos)
Dolvin Karwur kepada sejumlah wartawan siang kemarin mengatakan,
kenaikan anggaran dipengaruhi kenaikan jumlah peserta Jamkseda. “Tahun
ini peserta mencapai 10.400 warga miskin. Dan sesuai petunjuk
Inspektorat, pengadaan Jamkesda tahun ini akan ditender. Dalam waktu
dekat ini, proses tendernya akan segera kita laksanakan,” papar Karwur
seraya menambahkan, penentuan warga peserta Jamkesda mengacu pada data
warga miskin dari pemerintah kelurahan. (jurnalsulut) Share