ONLINE

Rabu, 22 Januari 2014

BNPB Mulai Data Kerusakan Akibat Banjir Bandang

MANADO - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pendataan awal kerusakan akibat bencana  banjir bandang di Manado.
"Kami datang untuk melakukan pendataan kerusakan akibat bencana di Manado," kata Direktur Peningkatan dan Pemulihan Fisik BNPB  Tetty Saragih, Rabu (22/1). Tetty mengatakan pihaknya mendata sektor-sektor yang terkena maupun terdampak oleh bencana, meskipun belum detil untuk dilaksanakan.
Tetty mengatakan, nanti akan ada tim yang turun melakukan pendataan ke Manado, untuk  turun memeriksa dan mendata seluruh kerusakan yang ada.
Ia mengatakan tim tersebut segera datang melakukan pendataan, dengan demikian diharapkan bantuan bisa segera turun ke Manado.
Ia mengakui sudah menerima laporan awal dan data-data dari Wali Kota Manado dan tinggal menunggu hasil pemeriksaan valid dari tim yang turun nanti. 
Wali Kota Manado Vicky Lumentut mengatakan hingga hari ketujuh pasca bencana di Manado, jumlah korban sudah mencapai 86.348 orang dengan jumlah rumah yang rusak mencapai 10.266 unit.
Sedangkan untuk tanah longsor ada 121 jiwa yang dari 32 KK yang jadi korban dan 64 rumah rusak, kemudian 621 rumah hanyut, kata Vicky.
"Sedangkan rumah yang hanyut tersebar di enam kecamatan dengan jumlah 621 unit, dan ada 927 balita dan bayi ikut mengungsi serta 226 orang lanjut usia," kata Vicky. Selain itu Vicky mengatakan ada 281 gedung sekolah mengalami kerusakan,  29 gereja serta 24 masjid juga rusak diterjang air banjir bandang dan demikian juga dengan rumah ibadah umat tridharma di kawasan Pecinan kemasukan air.
Share