ONLINE

Kamis, 26 Agustus 2010

Masyarakat Sesalkan Dinkes Minsel Lamban Atasi penyakit DBD

AMURANG - Jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Minahasa Selatan (Minsel) bersama Dinkes Provinsi langsung turun lapangan ke Desa Sondaken, Kecamatan Tatapaan, Rabu (25/8/2010) . Tindakan tersebut untuk pencegahan agar wabah DBD tak menyebar lebih luas, setelah sebelumnya dua bocah positif terserang dan dirawat di RS Prof Kandou, Manado, yakni Airin Ruata dan Vijay Runtuwarou.
 
Plt Kadis Kesehatan Minsel, Drs Heibert Laoh. "Kami tadi sudah turun lapangan bersama Dinkes provinsi, dan ini dilakukan untuk mencegah agar jangan sampai virus tersebut lebih menyebar luas lagi," ujar Laoh, kemarin.

Hasil turun lapangan juga langsung dengan melakukan tindakan, yakni pengasapan atau fogging. "Tadi juga langsung persiapan alat-alat, dimana kami langsung melakukan fogging," ujar Laoh.
Penjabat Bupati Minsel, Drs Mecky Onibala mengatakan jajaran kesehatan Minsel harus serius, dan langsung mengambil tindakan yang cepat. "Saya kira harus langsung diambil tindakan yang cepat, harus proaktif serta lebih profesional untuk mengatasi DBD tersebut," ujar Onibala.

Lanjut Onibala, kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus diberi perhatian serius oleh pemerintah. "Jajaran Pemkab akan mendukung secara maksimal program kesehatan masyarakat, tentunya disamping itu kualitas pelayanan kepada masyarakat harus ditingkatkan," ujar Onibala.

Menariknya Onibala mengatakan hal tersebut, saat memberikan sambutan dalam acara serah terima jabatan Kadis Dinkes Minsel, dari dr Dirk Lengkong yang menjadi tenaga fungsional karena memasuki masa pensiun ke Drs Heibert Laoh, yang digelar kemarin sore kemarin di Restaurant New Century, Amurang.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua bocah di Desa Sondaken Kecamatan Tatapaan, positif terserang penyakit DBD, dan masih menjalani perawatan di RS Prof Kandou, Manado. Sementara Hukum Tua Sondaken, Ferry Ruata sangat menyesalkan pihak Dinkes yang lamban dalam menggelar foging. "Kami sudah malas meminta fogging, sebab sudah berapa kali kami ajukan namun belum terealisasi sampai sekarang," keluh Ferry saat itu. Share