ONLINE

Rabu, 22 September 2010

Mantan Walikota Tomohon, Mengaku Siap Ditahan

Mantan Wali Kota Tomohon periode 2005-2010, Jefferson Soleiman Montesqiue Rumajar SE, mengaku siap menghadapi segala risiko jelang pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Rabu (22/9), hari ini. Termasuk bila harus ditahan. 
”Sebagai politisi saya siap dengan segala risiko, termasuk penahanan. Saya siap ditahan,” tegas Ketua DPD II Golkar Tomohon ini. Epe, sapaan akrabnya, dijadwalkan diperiksa atas dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Sosial (Bansos) APBD Tomohon 2006-2008 sebesar Rp19,8 miliar.
Menurutnya, semua pergumulan ini diserahkan penuh kepada Tuhan melalui doa. “Dalam keadaan apapun, senang ataupun susah, kekuatan doa menjadi modal,” katanya.
Lelaki yang sukses melambungkan nama Tomohon di pentas internasional ini ikut mengimbau seluruh kader beringin untuk merapatkan barisan guna mengamankan kemenangan Pilwako Tomohon 3 Agustus 2010. Khususnya, Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kelurahan Wailan, Kecamatan Tomohon Utara.
Epe berharap, pendukung Jefferson Rumajar-Jimmy Eman (J2) masih berada dalam satu gerbong. Pasalnya, kemenangan yang diraih J2 merupakan kemenangan rakyat Tomohon sehingga tidak bisa direkayasa dengan cara apapun. “Risiko politik tetap harus saya jalani. Sebagai pemimpin partai besar di Tomohon, situasi seperti ini tidak bisa dihindari,” tegasnya.
Epe juga mengaku, dukungan keluarga memberikan suntikan moril baginya jelang pemeriksaan KPK. Apalagi, sang isteri Jeanny Montolalu sudah berada di Jakarta bersama-sama dirinya. ”Istri ikut menemani di Jakarta, sedangkan anak-anak, ada yang masih di Tomohon,” sambungnya.
dari Pantauan wartawan, rumah kediaman keluarga Rumajar-Montolalu yang berada di Limondok, Kelurahan Talete, Kecamatan Tomohon Tengah, sepi dan tak seperti biasanya.
Tak ada aktivitas yang mencolok seperti masa-masa kampanye dan Pemilihan Wali Kota  (Pilwako) 3 Agustus 2010. Begitu juga rekan, kerabat, handai taulan yang sering berkunjung ke rumah yang megah ini tak lagi sering merapat ke Limondok. Mobil para tamu yang sering diparkir di halaman rumah yang luas, tak tampak lagi. Share