ONLINE

Rabu, 29 September 2010

Pungli diduga marak SMPN 1 Tomohon

Rp300 ribu/siswa untuk rehab kelas

Tomohon—Anggaran besar yang dikucurkan pemerintah pusat melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan ternyata belum mampu mewujudkan pendidikan gratis di Kota Tomohon.

Pasalnya, aksi pungutan liar diduga hingga kini masih terus berlangsung. Dan konon kabar hal itu terjadi di SMP Negeri I Tomohon, yang merupa-kan salah satu yang me-nyandang predikat sekolah bertaraf internasional.

Informasi yang berhasil dirangkum menyebutkan, maraknya pungutan-pungutan di sekolah tersebut membuat sejumlah orang tua murid merasa terbe-bani. Buktinya, kepada wartawan, salah satu orang tua siswa mengatakan, , ada beberapa item pungutan yang diminta pihak sekolah yang menurutnya sangat janggal.
“Salah satunya, adalah permintaan sebesar Rp300 ribu per siswa, yang katanya untuk rehab ruang kelas.

Itu juga belum termasuk bebe-rapa pungutan lainnya,” terang sumber, yang juga masuk dalam komposisi Komite Sekolah SMP Negeri I Tomohon.

Parahnya lagi, sekolah member-lakukan kebijakan yang dinilainya tidak masuk akal bagi siswa yang akan pindah ke sekolah lain. “Untuk mengurus pemin-dahan anak ke sekolah lain, dikenakan konsekuensi uang penggantian sebesar Rp3 juta.

Ini kan perlu dipertanya-kan,” tambahnya sembari menyebutkan aksi pungut-an tersebut sebenarnya telah berlangsung lama, itu karena orang tua murid tidak ada yang berani bersuara.

Hal ini mendapat tang-gapan serius dari Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Diknaspora) Kota Tomohon, Andrikus Wuwung SSos.

“Saya akan melakukan penelusuran akan laporan tersebut. Jika benar sangat disayangkan, karena pungutan seperti itu tidak dibenarkan dan bisa berujung pada evaluasi. Kecuali memang ada kesepakatan melalui komite sekolah yang artinya disetujui oleh orang tua murid. Itu dianggap sah karena melalui keputusan bersama,” tandas-nya. Share