ONLINE

Selasa, 28 September 2010

Sebulan Penerapan One Way Trafick, Masyarakat Menuntut Dibatalkan

Tepat satu bulan penerapan jalur satu arah (One Way Trafick) di beberapa ruas jalan utama Kota Manado. Setelah sebulan berlaku, belum menunjukkan hasil yang maksimal. Hal ini membuat masyarakat mulai bertanya-tanya kepastian keputusan perubahan jalur ini, apakah dikembalikan ataupun tidak. Pemerintah propinsi Sulut sendiri maupun pihak Polda Sulut sampai saat ini belum mengambil kebijakan tentang hal ini.

 
Terkait dengan permintaan masyarakat yang menuntut untuk dikembalikan jalur jalan ke kondisi semula, Terry Umboh, ketua Asosiasi Pengemudi Indonesia Manado mengatakan, pada dasar pemerintah Sulut serta pihak Kepolisian Daerah harus menyadari penerapan One Way Trafick bukanlah satu solusi untuk mengatasi kemacetan, sebab hal ini justru menimbulkan kemacetan serta berdampak langsung pada kesejahteraan para sopir.

“Wajar saja masyarakat meminta jalur dikembalikan ke kondisi semula sebab sejak diterapkan One Way Trafick justru, banyak yang bingung dan kemacetan kerap terjadi, jadi alasan mengatasi kemacetan bukanlah alasan yang tepat ,” ujar Umboh.
Menurut Umboh, sejak pertemuan pada waktu lalu antara pihaknya dengan Pemprov dan Polda, para sopir sempat menanyakan apakah hal ini akan diteruskan ataukah tidak. Dan hasilnya telah disepakati penerapan jalur ini hanya sebatas uji coba. “Sebulan sudah One Way Trafick ini diterapakan apakah klota Manado sudah bebas dari kemacetan? 'kan tidak!  Seharusnya dengan terpilih kembali SH Sarundajang sebagai Gubernur, masyarakat berharap beliau (Sarundajang,red) dapat mengambil keputusan yang pro -kepentingan rakyat, yakni membatalkan One Way Trafick,” tandasnya. Share