ONLINE

Rabu, 16 Maret 2011

Aksi Kekerasan Geng Motor Mulai Rambah Sulut

MANADO - Aksi brutal geng motor mulai meresahkan masyarakat. Bahkan sudah ada yang jadi korban keganasan geng yang terdiri dari remaja-remaja yang mengendarai sepeda motor. Jika malam tiba, jalanan sepi jadi arena unjuk kekuatan. Bahkan aksi tersebut turut menggunakan senjata tajam.

Fenomena yang tergolong baru di Sulawesi Utara (Sulut), dinilai oleh pengamat Sosial Jefry Paat sebagai suatu keadaan yang disebut youth crisis atau biasa disebut kenakalan remaja. Kata Jefry, ada kecendrungan aksi tersebut mencontoh aksi remaja di luar daerah. Menurutnya, youth crisis sebagai suatu keadaan dimana seorang remaja masih mencari jati diri "Kondisi ini dialami remaja mencari jati diri, bersosialisasi dalam suatu kelompok. Dimana dia sebenarnya apa, apa yang akan dilakukan," paparnya. Rentan para remaja terpengaruh, karena diusia tersebut ada sifat unjuk gigi diantara sesama, atau pamer kekuatan "Ada yang panggil mereka ikut-ikut akhirnya membaur bersama," katanya. Menyiasatinya Jefry mengimbau perlu peranan semua pihak "Perlu pengawasan ketat dari lingkungan, orang tua, aparat hukum dan pemerintah " katanya

Menyikapi fenomena baru tersebut, Kapolresta Manado Kombes Pol Aridan Jeremia Roeroe berjanji akan menindak tegas aksi brutal geng motor. Menurut Kapolresta, jajarannya siap melibatkan fungsi gabungan untuk menindak aksi brutal yang dilakoni anak-anak muda tersebut.  "Kasus ini akan ditangani secara proporsional dengan melibatkan beberapa fungsi, dan kerja sama dengan instansi terkait," paparnya lewat pesan singkat ke Tribun Manado, Rabu (16/3).

Aksi geng motor tersebut setidaknya telah mengakibatkan dua korban luka akibat penganiayaan dengan barang tajam. Korban pertama reporter Pasific TV Hentje Tumilaar. Lokasi kejadian di Ring Road Minggu (27/2) lalu sekitar pukul 23.00 Wita. Hentje ditebas dengan parang menyebabkan ia luka dan jatuh dari sepeda motor yang dikendarainya.  Korban berikutnya, Widy Clife Kaunang (26) warga Malalayang 2, Kecamantan Malalayang. Widy dihadang  hadang di pertigaan jalan Toar, Kelurahan Titiwungen, Minggu (13/3) sekitar pukul 02.00 Wita.  Widy dihujani belasan tikaman dengan pisau.

Tidak hanya kental dengan aksi kekerasan. Ugal-ugalan di jalan raya menjadi sifat geng motor. Jika malam tiba, anggota geng motor memacu kendaraan untuk sekedar memuaskan Adrenalin. Kapolresta mengimbau, warga masyarakat yang mempunyai anak remaja, agar lebih mengawasi. Rentan para remaja tersebut bergabung dalam komunitas tersebut "Bagi masyarakat yang memiliki sepeda motor, diimbau untuk menggunakan alat transportasi tersebut dengan bijaksana. Hindari penguasaan oleh anak-anak remaja dibawah umur," katanya.

Sumber : Tribun Manado Share