ONLINE

Selasa, 15 Maret 2011

ARF-DiREx Dibuka Wapres

MANADO - Asean Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF-DiREx), resmi dibuka oleh Wakil Presiden RI, Boediono, Selasa 15/3/2011), sekitar pukul 09.40 Wita.

Melalui sambutannya Boediono menyampaikan belasungkawa yang mendalam pada rakyat Jepang."Seluruh umat manusia di dunia masih terguncang gempa dan tsunami empat hari lampau di Jepang, pada hari samaAceh alami banjir yang menelan korban nyawa dan harta," kata wapres.
Boediono kemudian mengajak tamu undangan untuk berdiri dan mengheningkan cipta untuk para korban bencana.

Ia berharap, keluarga korban bencana yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan segera bangkit membangun kerusakan akibat bencana tersebut.

Melalui ARF-DiREx Boediono mengharap bisa mengatasi bencana dengan baik, terkoordinir dan sistematis."Manajemen penanganan bencana sulit dan kompleks harus ada kerjasama. Nah manajemen perbaikan bencana inilah kami harapkan terjawab di ARF-DiREx," jelasnya.

Selain itu, menurut Boediono apa yang dilakukan saat ini juga untuk melatih koordinasi sipil militer, diharapkan peserta memaksimalkan dan saling berbagi pengalaman.

Wapres juga memuji Sulut sudah bisa menjadi tuan rumah yang baik.
Ia juga menilai tentang evakuasi saat bencana sudah cukup bagus karena berhasil ungsikan penduduk di 10 pesisir di teluk Manado.
Sementara itu Wakil Menteri Luar Negeri, Makiko Kikuta menyampaikan ucapan terimakasih atas kerjasama yang dilakukan. Terutama bantuan dan dukungan yang diberikan untuk membantu Jepang pulih dari kondisi bencana.

"Keputusan untuk meninggalkan Jepang adalah hal yang sangat sulit, namun saya memutuskan untuk datang ke sini untuk memenuhi tanggung jawab kami sebagai ketua bersama," kata Kikuta.

Melalui sambutannya ia juga menjelaskan kondisi Jepang yang empat hari sebelumnya (11/3/), Jepang alami gempa bumi dengan kekuata 9 SR merupakan skala besar dan terbesar dalam catatan sejarah bencana alam di Jepang.

Bencana ini akibatkan lebih dari 4000 korban jiwa dan puluhan ribu belum diketahui keberadaannya, terutama di wilayah Timur Laut Jepang.
Kikuta juga menegaskan saat ini Jepang sedang memastikan keadaan semua warga negara asing termasuk Indonesia yang tinggal dilokasi bencana. 
 

Usai sambutan, dari Gubernur Sulut dan Menhan RI Yusgiantoro Purnomo, acara dilanjutkan dengan simulasi penanggulangan bencana, rombongan dilanjutkan ke KRI dr Suharso sekaligus makan siang.

Sumber : Tribun Manado


Share