ONLINE

Jumat, 04 Maret 2011

Gereja dan Pastori GMIM Ayalon Karombasan Ludes Terbakar

MANADO - Kebakaran terjadi lagi di Manado, Jumat (4/3). Kali ini, api melalap Gereja dan Pastori Ayalon yang terletak di Lingkungan IV Karombasan Selatan sekitar pukul 4.00 wita. 

Seluruh aset di dalam gereja dan pastori ludes terbakar menyisakan bangunan yang terbuat dari beton dan batu bata merah. Kursi-kursi, mimbar, dan peralatan musik kini menjadi abu.

Welly Mengko, suami Pdt Ivone Mengko-Gogani yang mendiami rumah Pastori mengatakan hanya baju lekat di badan yang tersisa. "Kami tidak sempat menyelamatkan apa pun karena api membesar dengan cepat," kata dia.

Welly kemudian menuturkan apa yang dialaminya subuh itu. Dia terbangun saat anak sulungnya, Patricia (10) yang tidur di lantai dua bersama Neneng (12), tiba-tiba menuruni tangga dengan terburu-buru.

"Saat itu istri saya sudah bangun dan siap-siap untuk ibadah. Kami kaget, kok anak-anak turun ke bawah dengan tergesa-gesa," kata Welly.

Dia kemudian mengecek lantai dua. Welly kaget bukan kepalang saat melihat asap sudah memenuhi ruang tengah di lantai tersebut. Sejurus kemudian, dia melihat api sudah membesar di kamar depan lantai dua tersebut.

Welly segera turun dan mengajak anak istrinya untuk keluar dari pastori. Ia kemudian menjauhkan sepeda motor dari sumber api lalu masuk kembali ke pastori untuk menyelamatkan barang-barang.

"Saya coba selamatkan komputer, namun kabel-kabel susah tercabut. Ke lantai asap sudah semakin tebal dan dari luar terdengar anjing terus menyalak maka saya pun keluar lagi," tuturnya.

Ternyata api sudah membesar dan merembet ke gereja. Dia mengaku sudah tidak bisa apa-apa lagi selain menyaksikan terbakarnya gereja dan pastori. Plafon-plafon dan seng berjatuhan.

Welly juga mengaku beruntung anjing menyalak terus-menerus seolah-olah memperingatkannya. "Ya, kalau tidak menyalak terus, mungkin saya terus di dalam," tambah dia.

Welly menduga api kali pertama membakar kamar depan di lantai dua. Hal ini yang menyusahkan saat akan memadamkan api. Menurutnya, sekira api dari bawah, maka kemungkinan untuk mencegah menyebar masih tinggi. 

Apalagi di lantai dua tersebut terletak lemari yang menyimpan baju dan dokumen, sehingga tempat tersebut mudah terbakar. Tambah lagi, menurut Max Seko, Wakil Ketua Badan Pekerja Gereja Ayalon yang juga turut membangun pastori tersebut  lantainya terbuat dari kayu.

"Bangunan memang permanen terbuat dari beton. Hanya lantainya terbuat dari kayu," tambah dia.

Kebakaran tersebut berlangsung hampir satu jam. Pihak pemadam kebakaran pun tidak sempat lagi untuk memadamkan api yang membakar gereja dan pastori dengan cepat. 

Max dan Welly tidak mau berspekulasi dari mana sumber api tersebut. "Sementara pihak kepolisian masih menyelidikinya. Biarlah mereka yang mengambil kesimpulan," kata Max.

Tak ada korban jiwa pada kejadian tersebut, hanya nilai kerugian materil, Max memperkirakan mencapai Rp 800 hingga 900 juta. Angka tersebut menurut dia belum menghitung harta benda milik keluarga Pdt Mengko-Gogani.


Sumber : Tribun Manado Share