ONLINE

Sabtu, 14 Mei 2011

Eman dan Aseng Dielus Gantikan Epe

Pasca vonis sembilan tahun terhadap Jefferson ‘Epe’ Rumajar SE oleh majelis hakim Tipikor, Jakarta, sejumlah nama mulai dielus menggantikan posisi Epe sebagai Ketua Partai Golkar (PG) Tomohon. Mereka diantaranya Jimmy Eman SE Ak, Plt Walikota Tomohon dan Andy Sengkey (Aseng), Ketua DPRD Tomohon.

Salah seorang kalangan akademisi, Aldrin Timbuleng, berpendapat figur pengganti Epe harus memiliki kemampuan untuk bisa merubah dan memperbaiki citra serta paradigma Golkar. “Tentunya harus memiliki kemampuan pemimpin, punya wawasan politik yang luas, dan tak kalah pentingnya mampu mengolah organisasi secara visioner. Figur itu ada pada Pak Jimmy Eman. Loyalitasnya pun tak diragukan lagi,” kata Pembantu Rektor (PR) III Unika De La Salle ini, Kamis (12/05).
 

Berbeda dengan Timbuleng, salah satu kader PG asal To-mohon Tengah, Arthur Rondonuwu, menilai Andy Sengkey lebih pas memimpin PG Tomohon. Alasannya, selain mumpuni, ia juga loyal, mili-tan, dan memiliki kemampuan finasial. “Apalagi dia dikenal petarung dalam berpolitik,” ungkap Rondonuwu.
 

Sementara itu, pengamat politik dan pemerintahan Ferry Liando berpendapat Ketua PG Tomohon lebih tepat diisi oleh figur yang jauh dari kekuasaan. Ini dimaksudkan untuk meminimalisir sekaligus menghindari peluang terjadinya korupsi. “Jika jabatan Ketua PG Tomohon kembali diberikan kepada kader yang sedang menduduki jabatan top eksekutif, maka potensi me-manfaatkan jabatan untuk ke-pentingan partai, akan terbu-ka lebar. Hal ini secara otomatis akan membuka peluang terjadinya praktik korupsi,” ujarnya.
 

Menurutnya, PG Tomohon tak perlu lagi mencari figur ketua partai yang kuat secara finansial dan menempati strategis di pemerintahan. Karena Golkar bukan partai baru yang belum mapan secara finansial. “Golkar kan sudah mapan, jadi tidak perlu lagi mengincar pejabat sebagai ketua partai,” tukasnya. Share