ONLINE

Senin, 30 Mei 2011

Utang tak Kunjung Dibayar, Pihak Ketiga Bakal Tempuh Jalur Hukum

TOMOHON - Rencana pembayaran utang Pemkot Tomohon kepada pihak ketiga yang prosesnya memakan waktu panjang, nampaknya bakal memunculkan persoalan baru. Pasalnya, sejumlah kontraktor yang sudah sekian lama menunggu realisasi pembayaran utang itu, berencana menempuh jalur hukum.
 

Para kontraktor tersebut masing-masing Direktur CV Tangendo Bam Tular, Direktur CV Bintang Perkasa Utama Hery Kalalo dan CV Milenium Ferdinan Rompas. “ Inisiatif pemkot membayar utang tak jelas. Padahal, pekerjaan yang kami lakukan telah lama rampung. Untuk itu, kami akan meneruskan masalah ini ke jalur hukum, yakni Kejaksaan dan PTUN,” ungkap Tular, Kalalo dan Rompas, pekan lalu.
 

Menurut ketiganya, utang yang masih terus menggantung realisasinya secara langsung telah menambah beban operasional perusahaan. “Sisa dana yang belum dibayar pemkot rata-rata masih berkisar antara 60 hingga 70 persen dari nilai kontrak. Ini jelas membebani perusahaan,” ungkap Tular.
 

“Terus terang kami malu kepada supplier bahan material. Karena bahan baku material yang dipakai pada saat pekerjaan proyek waktu lalu belum lunas terbayar. Jadi pihak toko terus menagih pada kami,” timpal Rompas.
 

Upaya menempuh jalur hukum tersebut, kata ketiganya mengacu pada isi kontrak, di mana ditegaskan apabila terjadi perselisihan maka akan ditunjuk Pengadilan Tondano utk menyelesaikan masalah. “Jadi jalur ini ditempuh sesuai dengan isi kontrak dan bukan mengada-ada,” tandas ketiganya.
 

Sementara itu, Plt Sekkot Tomohon Drs Arnold Poli MAP menegaskan bahwa utang kepada pihak ketiga tetap akan dibayarkan, bahkan dananya sudah disiapkan. Hanya saja, untuk membayarnya pemkot tak mau gegabah mengingat berbagai penyimpangan keuangan sudah pernah terjadi di lingkup Pemkot Tomohon. “Untuk merealisasikannya kami melibatkan Kemenkeu dan BPKP. Ini membuktikan bahwa pemkot menghindari kesalahan. Nah, kapan waktu pembayaran itu, tentunya harus menunggu BPKP selesai melakukan audit,” terangnya.
 

Senada juga diungkapkan Kepala Inspektorat Drs Alex Uguy. “Prosesnya sedang berjalan. Yang pasti, setelah rampung, utang akan dibayarkan. Audit sangat dilakukan guna menghindari adanya kesalahan,” paparnya. Share