ONLINE

Minggu, 04 September 2011

Banjr Hebat Terjang Pusomaen Kabupaten Mitra

MITRA- Tangisan disertai rasa panik menghantui ratusan warga Desa Makalu. Di tengah kegelapan malam pada Sabtu (3/9) sekira pukul 19.30 Wita, mereka berhamburan menyelamatkan diri. Pasalnya secara tiba-tiba, air sungai Makalu meluap menerjang puluhan badan rumah warga yang tinggal di dekat bantaran sungai.

Ketinggian air diperkirakan setinggi 2 meter. Banjir bandang yang disebabkan hujan deras yang mengguyur Mitra sejak  siang hari, ikut menerjang tiga desa lain di Kecamatan Posumaen Minahasa Tenggara. Tiga desa tersebut yaitu Desa Makalu Selatan, Tatengesan dan Tatengesan I.

Informasi yang dihimpun, banjir yang menerjang puluhan rumah disebabkan luapan air dari sungai Makalu. Luapan air sungai bersamaan dengan air kiriman dengan debit besar dari hulu sungai di Desa Noongan (Langowan), Gunung Potong serta Desa Pangu dan Wioy (Ratahan Timur). Akibatnya, rumah warga di empat desa yang berada di hilir sungai Makalu, harus terendam air  dengan warna kecoklatan.

Berdasarkan informasi dari Camat Posumaen Piether Pontororing, terjangan banjir bandang menyebabkan 24 rumah di Desa Makalu roboh. Sebagian isi rumah hanyut diseret banjir.  Desa tersebut merupakan yang terparah diterjang banjir bandang karena berada di bantaran sungai. Meski demikian, lanjut Pontoring, saat ini belum ditemukan adanya korban jiwa.

Saat ini, belum ada korban jiwa maupun luka-luka. Semua warga yang rumahnya roboh, berhasil mengungsi ketika mengetahui air sungai meluap. Begitu juga 800 Kepala Keluarga (KK) di empat desa tersebut telah diinstruksikan untuk mengungsi ke tempat-tempat aman dan tinggi. Warga yang rumahnya berada di tempat aman dan tinggi juga bersedia menampung para pengungsi tersebut," tandasnya.

Sementara itu, Pontororing mengatakan, air banjir bandang telah berangsur-angsur surut. Hingga pukul 23.00 Wita, air sungai telah kembali normal. Meski demikian, terdapat sisa-sisa material lumpur setinggi 1 meter di bekas wilayah terjangan banjir bandang.

Saat ini, para lelaki yang rumahnya diterjang banjir bandang sedang menuju rumah masing-masing untuk mengecek dan mengamankan harta benda. Sementara para wanita dan anak-anak masih berada di tempat pengungsian dan rumah-rumah warga yang tidak diterjang banjir bandang," tukasnya.

Pontororing menambahkan, saat ini Pemkab Mitra telah menerjunkan bantuan berupa mobil ambulance dari Dinkes Mitra. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Mitra juga telah menerjunkan tim untuk membantu warga. 

Tim dari BPBD dan Tagana telah mendirikan tenda-tenda darurat untuk membantu warga. Sementara itu, Sekkab Mitra Drs Fredy Lendo juga telah berada di lokasi untuk memantau bantuan dan aktivitas warga," tandasnya.

Warga Desa Tatengesan Kecamatan Posumaen Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) dikabarkan ikut mengungsi ke tempat lebih tinggi. Mereka berupaya menyelamatkan harta benda karena luapan air menerjang dengan cepat sekira pukul 21:00 Wita.

Genangan air setinggi dua meter, merusak sebagian badan rumah.Hantaman kayu-kayu besar yang terbawa arus ikut memperparah rumah warga yang sebagian besar terbuat dari kayu (rumah panggung).

Alex Rau, warga Desa Tatengesan, mengatakan banjir bandang yang terjadi tingginya sekira dua meter. “Saya sudah di lantai dua sekarang, mobil dan rumah telah terendam air,” aku Alex, saat dihubungi lewat telepon selular tadi malam.

Kata Alex lagi, warga belum mengungsi karena masih berupaya menyelamatkan harta benda. “Warga sekarang (Tadi malam) mulai turun ke air, karena sudah mulai surut sekitar setengah meter, untuk menyelamatkan barang-barang yang bisa diselamatkan,” jelasnya.

Alex bersama warga setempat berharap bantuan dari pemerintah segera datang. “Tolong sampaikan di sini perlu bantuan secepatnya,” pinta Alex.
Ketika ditanya penyebab banjir bandang ini, menurut Alex  kemungkinan akibat telah terjadi penggundulan hutan di bagian atas desa setempat. “Dulunya pernah banjir, tapi tidak separah ini,” nilai Alex. Share