ONLINE

Selasa, 10 Agustus 2010

Setelah Tragedi, Jumlah Wisatawan ke Bunaken Menurun Drastis

MANADO,  - Dampak Kecelakaan Kapal Motor Lesa Jero, Sabtu (7/8/2010) yang menewaskan anggota komisi III DPR RI, mulai dirasakan pengusaha kapal dan masyarakat pulau Bunaken.

Pasalnya, beberapa hari ini kunjungan wisata ke pulau Bunaken menurun drastis, bahkan hampir-hampir tidak ada wisatawan yang ingin berkunjung ke pulau Bunaken akibat ketakutan.

Hal itu disampaikan seorang tokoh masyarakat pulau Bunaken, Pendeta Billy Yohanes, Sth.  "Saya sangat sesalkan, dampak kejadian bebeapa hari lalu sangat besar bagi masyarakat Sulut terutama pulau Bunaken," ujar Billy, Senin (9/8/2010).

Billy juga menyesalkan pemberitaan beberapa media Elektronik maupun cetak. "Kejadian sebenarnya terjadi di Manado, bukan di Pulau Bunaken, pemberitaan menimbulkan Image bahwa ternyata di pulau Benaken berbahaya, masyarakat jadi takut berkunjung ke sana, padahal kenyataannya tidak seperti itu," ungkap Billy.

Billy juga menyatakan seharusnya pihak Pemprov Sulut bertangung jawab mengenai pengadaan fasilitas bagi pejabat negara yang hendak melakukan kunjungan laut ke Pulau Bunaken dan sekitarnya.

"Saya menilai penanganan pelayanan tamu negara tidak baik. Seharusnya Pihak-pihak yang terkait jangan memberikan fasilitas yang tidak layak. Karena dari segi kenyamanan masih banyak kapal yang lebih layak untuk mengantar tamu negara. Masakan anggota DPR hanya diberikan fasilitas murah? Saya harap Polda Sulut menyelidiki siapa yang memberikan fasilitas itu bagi anggota DPR. Saya juga menyayangkan nahkoda kapal ditahan. Dia masyarakat kecil. Dia juga pasti tidak mau kejadiannya seperti itu. Kasihan keluarganya," cetus Billy.


"Sebenarnya pelabuhan untuk wisata dipindah saja. Saya tahu, bantuan yang berhubungan dengan pulau Bunaken tidak pernah ditolak pemerintah pusat, karena Bunaken menjadi Ikon dunia. Berarti jika pemerintah daerah meminta bantuan untuk membangun pelabuhan wisata, pasti akan disetujui pemerintah pusat," papar Billy. Share