ONLINE

Kamis, 02 September 2010

Sanksi Hanya Untuk Benny Ramdhani, Kader Lain Belum Pasti

MANADO -  DPD PDIP Sulut melunak. Sanksi tegas yang dijanjikan untuk lima kader yang dituding melakukan pembangkangan, belum juga diproses. DPP PDIP bahkan tak pernah membahas hal tersebut dalam rapat DPP.

Bendahara DPP PDIP Olly Dondokambey, mengatakan, hingga rapat DPP PDIP, Rabu (1/9/2010), tidak ada agenda khusus tentang pemberian sanksi tegas kepada kader PDIP Sulut. "Kemarin ada rapat DPP, tapi tidak membicarakan tentang sanksi untuk kader PDIP Sulut," ujar dia.

Olly menjelaskan, sanksi tegas yang dikeluarkan DPP PDIP hanya untuk Benny Ramdhani, sedangkan untuk Vanda Sarundajang, James Sumendap, James Karinda, Steven Kandouw, dan Andrei Angouw belum dibahas DPP. "Kalau pemecatan untuk Benny Ramdhani itu kan sudah ada. Prosesnya sudah lama. Tapi kalau untuk lima yang lain, belum pernah kami bahas," kata dia.

Mungkin saja, lanjutnya, surat itu sudah dikirim tapi masih ada di Bagian Administrasi.
Sebelumnya, Ketua Komisi Disiplin DPD PDIP Sulut Jus Tumurang, mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan lima nama tersebut untuk diberikan sanksi tegas oleh DPP. Bahkan, pemecatan untuk Vanda Sarundajang sudah mulai diproses DPP.

Kata Jus, sanksi itu sebanding dengan pelanggaran yang dilakukan. Lima kader PDIP Sulut yang juga wakil rakyat ini dinyatakan bersalah karena mendukung kandidat yang diusung partai lain pada Pemilukada yang baru saja berakhir. 

Tapi, Ketua PDIP Sulut Freddy Harry Sualang, saat dikonfirmasi, kemarin, memberi penyataan bersayap. Sualang menegaskan pihaknya telah memberi kewenangan penuh pada Komisi Disiplin untuk memproses sanksi yang akan diberikan kepada lima kader itu, tapi juga membantah adanya proses pemecatan terhadap kelimanya seperti yang disampaikan Jus. "Sampai saat ini, saya belum tahu berita pemecatan itu," kata dia, kemarin.

Ia menegaskan, hanya Benny Ramdhani yang sudah pasti keluar dari keanggotaan partai dan lengser dari jabatannya sebagai anggota DPRD Sulut. 
Benny, kata Sualang, akan digantikan oleh kader PDIP yang memperoleh suara trebanyak kedua pada pemilu legislatif 2009 lalu. "Nanti akan saya cek, siapa yang menggantikan dia," ucap Sualang.

Sedangkan Angkil Walangitan, kader PDIP asal Minsel, mengatakan, seharusnya PDIP mengevaluasi kekalahan kandidat yang diusung  partai pada pemilihan gubernur (pilgub), Pemilihan walikota (Pilwako), pemilihan bupati (Pilbup), bukan saling menyalahkan satu sama lain, apalagi terkesan mengarahkan ke Vanda Sarundajang, anggota DPR RI.

''Kami sebagai kader PDIP melihat dia sudah berusaha memenangkan calon yang diusung partai, tapi faktanya rakyat lebih memilih SHS untuk pilgub, ''ujar pengurus ranting Pakuure, Minsel ini. Share