ONLINE

Selasa, 01 Februari 2011

Disiplin Kehadiran Legislator jadi Sorotan

Aktifitas kantor megah DPRD Minsel di Desa Teep, Senin (31/01) kemarin tidak seperti biasanya. Pasalnya situasi kantor sejak pagi menjelang siang nampak sunyi alias kosong melompong. Nyaris sembilan puluh persen penghuninya, atau para wakil rakyat yang berkantor di situ tak kelihatan batang hidungnya.
 

Legislator yang nampak masuk kantor didapati tak capai lima orang, selebihnya tanpa ada informasi jelas keberadaanya. Namun menurut
sumber di kantor dewan, para anggota dewan lainnya yang tak kelihatan kemarin sedang keluar makan, sisanya memang disebutkan tidak hadir. “Tadi pagi ada beberapa anggota, tapi mungkin keluar makan,”
celoteh seorang staf.
 

Tak pelak, menurunnya tingkat kedisplinan langsung menuai respon pedas sejumlah pihak. Mereka menilai, sikap malas masuk kantor di awal tahun 2011 ini mulai dipertontonkan para wakil rakyat terhormat. Hal ini sangat disayangkan mengingat dampak ketidakhadiran mereka masyarakat yang akan merasakan kesulitannya dalam membawa aspirasinya. 

“Sebaiknya wajib hadir di kantor, karena warga sering datang untuk menyampaikan aspirasi. Selain itu mereka-mereka (legislator) juga kan menerima gaji setiap bulannya, terus di mana pertanggungjawaban moralnya?” ujar Henly Tuela, aktivis pemuda Minsel.
 

Di sisi lain, Sekretaris DPRD Drs Ben Watung beberapa waktu lalu pernah menyampaikan bahwa kehadiran anggota dewan setiap harinya tidak menjadi keharusan. Namun, lanjut pria bertubuh subur ini, dalam aturan disebutkan bahwa anggota dewan diwajibkan hadir apabila ada agenda baik itu pembahasan, paripurna atau reses. “Kalau ada agenda memang diharuskan hadir,” kata Watung kala itu.

Sumber : http://www.hariankomentar.com/minsel01.html Share