ONLINE

Sabtu, 19 Februari 2011

Kebakaran Hebat Kembali Terjadi Di Manado

Manado~ Kebakaran hebat terjadi di Kelurahan Wenang Utara Lingkungan V tepatnya di Jalan Kartini, Sabtu (19/2/2011) sekitar pukul 19.00 wita. Tak ada korban jiwa pada kejadian tersebut, namun enam petak bangunan ludes terbakar hanya dalam beberapa menit saja. Kerugian materil pun diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Else, satu diantara pemilik warung yang tebakar, masih tampak terpukul setelah kejadian tersebut. Sesekali dia membetulkan letak jaket yang dikenankannya. Mata yang masih sembab kembali mengeluarkan air ketika beberapa dus mie instan, biskuit dan beras bantuan dari Dinas Sosial tiba. Beberapa orang mencoba menenangkan perempuan itu.

Warung Else ada di deretan kedua terbakar. Sebelah kanannya ada bangunan perusahaan angkutan barang, CV Garuda. Kemudian berturut-turut, warung Else, rumah makan milik Ainun Astuti, perusahaan angkutan CV Garuda Permai, kios, dan terakhir warung milik Ebi.

Beberapa pemilik bangunan yang terbakar pun masih kaget. Bahkan, Ebi mengaku masih syok. "Saya masih gemetaran ini. Saya baru saja tiba ke kios sehabis saya belanja. Api sudah besar dan tak mungkin lagi menyelamtakan barang-barang yang ada di dalamnya," kata dia seraya tangan kirinya mengusap-usap lengan kanannya.

Demikian pula dengan Ainun Astuti. Ibu muda ini terduduk lemas di atas kursi. Kepada Wartawan, dia menuturkan pengalaman yang berlangsung sesaat namun begitu membekas pada dirinya tersbut.

"Saat itu lampu mati, namun di belakang tampak cahaya yang semakin lama membesar. Saya langsung ke belakang dan saya kaget melihat api yang mulai membesar di belakang warung Bu Else yang hanya terpisah oleh tripleks," ujar dia memulai cerita.

Dia pun spontan berteriak, "Api, api, ada api....!!!" Kendati dalam keadaan panik, dia berpikir hanya untuk menyelamatkan anak, ponakan dan orangtuanya. Ainun langsung lari ke dalam warungnya, lalu membawa anaknya Aria yang masih berumur 1,5 tahun yang sedang tertidur dan keponakannya, Dandi (7).

Setelah semuanya orang keluar, hanya dalam hitungan menit bangunan tersebut rata dengan tanah. Hanya menyisakan puing-puing saja. "Api sangat cepat sekali. Saya rasa tak sampai lima menit semua banguan habis," ujar Ainun dengan mata berkaca-kaca.

Ainun mengatakan, Else wajar sangat terpukul. Di antara pemilik usaha yang menjadi korban kebakaran tersebut, warung Else yang paling lengkap. "Bersyukur tidak ada korban jiwa, walaupun barang-barang tidak ada satu pun yang terselamatkan," kata dia.

Sementara itu Fahmi dan Iwan yang berada di bangunan CV Garuda juga mengaku kaget setelah ada teriakan. Fahmi langsung mencoba menarik meja yang berisi uang setoran dari sopir-sopir yang bekerja di perusahaan tersebut. Namun untung tak bisa diraih, malang tak bisa ditolak, meja tersebut tak sempat terselamatkan.

"Saya menyeretnya, tapi sangat berat. Saya tinggalkan untuk menyelamatkan diri. Di dalamnya ada uang mungkin sekitar Rp 20 jutaan, belum barang-barang lainnya," kata Fahmi.

Sementara Michael Thoyib, lurah Wenag Utara mengatakan lima mobil pemadam kebakaran juga sempat datang ke tempat kejadian. Kebakaran tersebut berlangsung cepat, akhirnya pertugas pemadam kebakaran hanya mencegah agar tidak ada lagi sumber api yang bisa menjalar ke tempat lain. "Enam petak bangunan tersebut rata-rata terbuat dari tripleks jadi memang sangat mudah terbakar," ujar Michael.

Sedangkan Camat Wenag Danny Kumayas mengatakan, pihaknya akan telah berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial untuk memberikan bantuan awal kepada korban. "Untuk sementara mereka kami tempatkan dulu di sekolah dekat sini," kata Danny.

Sementara itu Ainun mengaku bingung setelah kejadian tersebut. "Saya harus kerja tapi mau kerja apa. Mau bangun warung lagi harus punya modal, dapat dari mana," ujar dia. Matanya menatap kosong ke depan.
Sumber :http://manado.tribunnews.com/2011/02/19/lima-menit-enam-bangunan-di-jalan-kartini-ludes-terbakar Share