ONLINE

Sabtu, 19 Februari 2011

Polres Tomohon Jaring PNS dan Mahasiswi Mabuk

Tomohon~ Jajaran Polres Tomohon kembali mengamankan 5 warga  karena membawa dan menkonsumsi minuman keras di Resting Area Kelurahan Kinilow Kecamatan Tomohon Utara, Sabtu (19/2) sekitar pukul 01.00 Wita. Dari kelima warga ini satu diantaranya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Tondano dan tiga lainnya masih mahasiswi.

Kelima warga tersebut yakni CK alias Cre (35) warga Tondano, MR alias Mei (32) warga Wenang, PS alias Pri warga Tondano, AT alias Ang warga Wanea, dan EK alias El (20) warga Tombatu. Bersama mereka diamankan 1 botol minuman keras (miras) jenis cap tikus.

Kabag Ops Polres Tomohon Kompol Linus Kendek mewakili Kapolres AKBP Suyanto mengatakan pihaknya akan mengintesifkan operasi untuk memberantas konsumsi miras di wilayah hukumnya. "Semua warga baik asal Tomohon maupun yang dari luar diharapkan tidak menkonsumsi miras lagi, karena sangat meresahkan masyarakat," ujarnya, kemarin.

Sementara itu, Pri, Ang dan El tiga mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Tondano mengaku melakukan hal tersebut karena diajak temannya. "Kita hanya ikut saja, karena mereka datang dan membangunkan kami untuk jalan-jalan," jelas Ang, diiyakan dua teman lainnya sesaat sebelum meninggalkan Mapolres Tomohon setelah dibina.

Kasat Binmas Polres Tomohon, AKP Alkat Karouw mengatakan masih maraknya konsumsi miras di area yang sama meski Kepolisian telah berulang kali melakukan razia terjadi karena gaya hidup masyarakat sudah terbentuk seperti itu sejak awal. "Polisi akan selalu melakukan tindakan preventif untuk mengatasi penyakit masyarakat termasuk miras, tapi tindakan seperti itu (miras) akan selalu terulang karena sudah menjadi gaya hidup," tuturnya.

Dikatakan Alkat, mengatasi penyakit tersebut peran keluarga sangat dibutuhkan, terutama dalam memberikan perhatian dan pengawasan kepada anak-anaknya. "Keluarga harus memberikan perhatian lebih kepada anak-anak, agar mereka tidak mudah terjerumus ke dalam perilaku negatif. Caranya setiap orang tua mesti menjadi contoh dan teladan dalam hal yang baik dan benar dalam keluarga setiap harinya," katanya.

Ia melihat kelebihan materi tak bisa menjamin seutuhnya bahwa anak-anak bisa terbebas dari kegiatan yang bisa mendegradasi moral. "Kasih sayang orang tua bagi anak adalah hal paling utama, kelbihan materi seperti uang jika salah dimanfaatkan bisa menjadi pemicu anak-anak melakukan hal yang buruk," tegasnya.

Kepada generasi muda diharapkannya juga untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif, dan tidak mudah terpengaruh dengan ajakan teman-teman apalagi keluyuran di malam hari. Share