ONLINE

Selasa, 01 Februari 2011

Longsor Nyaris Putuskan Jalan ke Maliku Amurang

Hujan deras yang terus berlangsung sejak dua hari terakhir, dari pagi hingga sore hari menyebabkan longsor di dua titik, yakni di Desa Maliku, Amurang Barat dan Desa Popareng, Tatapaan.

Longsor di Desa Maliku sendiri sudah berlangsung bertahap sejak hari Sabtu, bahkan hujan yang terus-menerus berpotensi membuat jalan penghubung tersebut putus.

"Kami sudah tinjau lapangan, memang itu agak mengkhawatirkan kalau tidak cepat ditangani, sebab kalau diterpa hujan terus-menerus bisa saja jalan itu putus," ujar Handri Komaling, Kaban Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Dikatakan Komaling, selama hujan deras mereka juga turun ke desa-desa memantau, serta tentu juga disarankannya kalau ada longsor atau banjir parah langsung lapor.

"Selain Jalan di Desa Maliku, tadi kami juga baru mengecek pesisir-pesisir pantai Amurang," ucapnya.

Longsor kecil juga terjadi di Desa Popareng akibat hujan dari pagi hingga sore hari, Senin.

"Kami juga tadi melihat jalan di Desa Popareng yang ada longsor kecil di satu titik, tetapi tidak sampai mengganggu lalu lintas. Hanya longsor kecil." ujarnya.

Hujan yang terjadi seharian di Minsel, juga menyebabkan air dari saluran drainase meluap ke badan Jalan Trans Sulawesi, seperti di Kelurahan Bitung, Kelurahan Buyungon, dan Desa Tumpaan.

Kondisi ini dikatakan warga sekitar sudah berlangsung tiga tahun terakhir. "Sudah tiga tahun terakhir keadaan seperti ini, kalau hujan pasti air dari drainase meluap ke jalan," ucap Marlon.

Sementara Herman Marentek, warga Tumpaan mengatakan drainase ini harus diperhatikan, agar tidak terulang-ulang air meluap ke badan Jalan Trans Sulawesi.

"Sudah sering meluap, jadi seperti dianggap biasa saja. Padahal seharusnya lakukan pembenahan sebaik mungkin," ujar Herman. Share