ONLINE

Jumat, 25 Maret 2011

Berburu Katak, Lima Remaja Pinaras Tersesat di Hutan Desa Tincep

TOMOHON - Ini peringatan bagi remaja yang suka keluyuran di sore dan malam hari. Kemarin, lima remaja asal Kelurahan Pinaras Tomohon Selatan Kota Tomohon tersesat selama sekitar 10 jam di Hutan Desa Tincep Kecamatan Sonder Kabupaten Minahasa.

Kelima remaja masing-masing Valdo Lopulala (16), Geraldy Porayow (14), Chandra Regar (14), Valen Lopulala (11) serta Dio Ering (14) yang hendak mencari kodok (katak) pada Kamis (24/3) sore kemarin.
Begitu asyiknya, tanpa sadar mereka telah jauh meninggalkan wilayah Pinaras dan sudah sekitar 15 kilometer masuk ke hutan Desa Tincep yang memang desa tetangga yang dipisahkan sungai.

Mengetahui anak-anaknya belum juga pulang sejak kemarin sore, orang tua mereka mulai cemas. Mereka pun mulai bertanya kepada setiap orang yang ditemui. Karena tak ada satupun yang tahu di mana mereka berada, para orang tua langsung memutuskan untuk melapor ke pemerintah setempat dalam hal ini lurah, kemudian camat dan pihak kepolisian.

Informasi yang dihimpun manadotoday menyebutkan, Jumat sekitar pukul 03.00 Wita, ketika kelima remaja tersebut hendak pulang, mereka terhalang dengan air sungai yang meluap. Saat itu hujan memang turun dengan deras. Karena tidak bisa lewat, mereka mencari jalan lain. Namun, sial bagi mereka. Jalan yang dicari tak kunjung ditemukan sehingga sekitar sepuluh jam mereka hanya berputar-putar mencari jalan.
Orang tua bersama masyarakat pun langsung bergerak mencari keberadaan lima remaja tersebut. Akhirnya, siang tadi, sekitar pukul 14.00 Wita, kelima anak tersebut ditemukan di perkebunan Desa Tincep, sekitar 15 kilometer dari Kelurahan Pinaras.

‘’Kami memang tidak bisa menyeberang sungai waktu hendak pulang, karena airnya meluap dan arusnya begitu deras. Lalu mencari jalan dan tersesat di hutan Tincep,’’ ungkap Valdo, yang usianya paling tua di antara mereka.

Camat Tomohon Selatan Drs Robby Kalangi SH didampingi Lurah Pinaras Merdy A Tania bersama petugas Polres Tomohon yang turun ke Pinaras bersyukur karena yang dicari telah ditemukan. Untuk itu, mereka meminta kepada orang tua agar melakukan pengawasan terhadap anak-anak mereka.
‘’Agar kejadian ini tak terulang, orang tua harus mengawasi anak-anak mereka dan tidak membiarkan untuk pergi jauh apalagi di musim hujan seperti saat ini,’’ harap Kalangi.

Sumber : http://manadotoday.com/berburu-katak-lima-remaja-pinaras-tersesat-di-hutan-desa-tincep/ Share