ONLINE

Sabtu, 12 Maret 2011

BMKG: Ada Empat Lempeng, Sulut Rawan Gempa

Bitung - Adanya enam patahan dan empat lempengan yang bertemu di Perairan Sulawesi maka wilayah Sulawesi Utara rawan terjadi gempa. Dari gempa besar yang dapat langsung dirasakan hingga yang tidak dapat dirasakan.


Hal ini dikatakan oleh  Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Badan Meteorologi, Klematologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Utara (Sulut) Budi Nugroho terkait potensi gempa dan gelombang tinggi di Sulut, Sabtu (12/3/2011).

“Gempa di sini sering hanya saja ada yang dapat dirasakan dan ada yang tidak dapat dirasakan yang merasakannya hanya alat sehingga potensinya sangat besar sekali,” ujar Budi.
Oleh karena itu, katanya,  perlu pemberdayaan masyarakat dan merancang sistem komunikasi yang tepat agar secepat mungkin informasi ini dapat cepat di masyarakat sehingga dapat dilakukan suatu tindakan penyelamatan.
“Dengan kejadian kemarin (adanya peringatan tsunami) saya melihat respon yang cepat dan tanggap dari masyarakat,” ungkapnya.

Butuh Tiga Alat Pendeteksi Gelombang

Sementara itu saat ini masih diperlukan alat pendeteksi gelombang tinggi untuk dapat mendata dan mendeteksi gelombang tinggi di perairan yang menjadi wilayah kerja dari Stasiun Meteorologi Maritim Bitung.
“Harusnya idealnya ada tiga (alat deteksi gelombang) untuk wilayah kita,” ujar Budi kepada Tribun Manado, Sabtu (12/3/2011).

Budi mengatakan wilayah kerja Stasiun Meteorologi Maritim Bitung meliputi Sulut, Sulawesi Tengah (Sulteng) hingga Balikpapan. Dan saat ini sudah terpasang satu deteksi gelombang di Bukide, Kepulauan Siau.
Sementara idealnya harus juga ada alat pendeteksi gelombang di Pulau Batang Dua atau Pulau Mayao, Pulau Karangkelong di Wilayah Talaud yang berbatasan dengan Filipinan dan Gorontalo. “JIka tiga itu sudah kita cover mungkin sudah lebih baik mendeteksi gelombang karena secara riil wilayah seperti Tagulandang, Sangir dan Talaud itu gelombangnya dalam keadaan normal pun tetap tinggi bisa mencapai 4-5 meter,” ungkap Budi.
Sehingga, lanjutnya, dengan adanya data gelombang tinggi tersebut dapat mendeteksi gelombang dan membantu dalam rangka keselamatan transportasi laut.

Sumber : Tribun Sulut Share