ONLINE

Senin, 21 Maret 2011

Pemkot Janji Kawal Reformasi Manajemen

TOMOHON — Pemkot Tomohon berikrar memperketat pemberlakuan
reformasi manajemen pengelolaan keuangan yang telah dicanangkan
pelaksana tugas Walikota, Jimmy Feidie Eman pekan lalu. Pelaksana
tugas Sekretaris Kota (Sekkot), Arnold Poli menyatakan, pihaknya akan
memberlakukan sistem reward and punishment (penghargaan dan sanksi,
red) terhadap seluruh aparatur penyelenggara dalam proses reformasi
manajemen keuangan tersebut.

“Penerapannya reformasi manajemen keuangan membutuhkan komitmen dari
setiap aparatur, mulai dari bendahara di setiap SKPD, Tim Verifikasi
SPM hingga petugas loket pembayaran. Komitmen harus terbangun dengan
memperbaiki sikap mental dan perilaku setiap aparatur. Kita akan
menerapkan reward and punishment untuk itu,” tegas Poli, kepada
wartawan Jumat (18/03) lalu.

Pemberlakuan pola FIFO LILO (First In First Out, Last In Last Out)
dalam pencaiaran dana Pemkot Tomohon, menurut eks Asisten I Bidang
Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sulut ini, merupakan
salah satu bukti komitmen pihaknya untuk mereformasi sistem
pengelolaan keuangan daerah Tomohon.

“Jadi komitmen untuk merubah perilaku sudah ada lewat protap (prosedur
tetap) FIFO LILO. Ini yang harus diikuti oleh seluruh aparatur
pengelola keuangan. Intinya, protap yang mengatur orang
bukan orang yang mengatur protap,” tandas Poli. (jurnalsulut) Share