ONLINE

Jumat, 01 April 2011

11 Pemuda Terjaring Balap Liar di Tomohon

TOMOHON-- Jajaran Polres Tomohon mengamankan sediktinya 11 pemuda, Rabu (30/3) sekitar pukul 22.40 Wita karena diduga terlibat dalam aksi balap liar di ruas jalan Kelurahan Pinaras Woloan.

Mereka berhasil diamankan setelah Polisi menerima laporan masyarakat tentang adanya aksi yang sangat membahayakan keselamatan dan meresahkan tersebut. Menariknya satu diantara pemuda yang diamankan adalah anak oknum polisi.

Ke 11 pemuda ini yaitu FR alias Frangky (32) warga Matani I Lingkungan III yang berprofesi sebagai tukang ojek, RM alias Radinal (12), warga  Tara-tara yang tercatat sebagai siswa, TP alias Toar (17), siswa asal Talete II Lingkungan III, AN alias Alvi (20), warga Tara-tara III Lingkungan V, DM alias Doni (19), mahasiswa asal Perum Walian II, IM alias Ivan (19) warga Tara-tara II, AW alias Aldo (17) warga Tara-tara II, MR alias Marvil (22) warga Kelurahan Kombi, DS alias Darky (20) mahasiswa asal Kaaten, dan BT alias Brian (18) siswa asal Woloan I Lingkungan VIII.

"Kami mengamankan untuk menjaga keselamatan mereka dan menjamin suasana kamtibmas tetap terkendali, karena aksi balap liar yang dilakukan di jalan umum sangat meresahkan dengan timbulnya kebisingan dari suara kendaraan. Jika dibiarkan bisa berkembang menjadi kejahatan jalanan, seperti geng motor," ujar Kompol Linus Kendek, Kabag Ops Polres Tomohon mewakili Kapolres AKBP Suyanto, Kamis (31/3).

Menurut Kendek ada sekitar 40 pemuda yang terlibat dalam aksi ugal-ugalan dengan kendaraan roda itu, namun saat polisi datang semuanya langsung melarikan diri. Namun, dari hasil operasi itu pihaknya juga berhasil mengamankan 7 kendaraan bermotor sebagai barang bukti. "Kami berharap para orang tua lebih ketat lagi mengawasi anak-anaknya, minimal jika keluar dengan sepeda motor tahu tujuannya agar keselamatan mereka lebih terjamin," terangnya.

Sementara itu saat dimintai keterangan para pemuda tersebut mengelak jika malam tersebut mereka ikut melakukan aksi balap liar. "Kami hanya menonton saja," ucap Brian, satu diantara pemuda yang diamankan dengan kepala tertunduk.

Ia mengungkapkan kehadirannya bersama rekan-rekanya di tempat tersebut hanya untuk melihat keramaian saja. "Tidak ada taruhan, kami hanya ikut keramaian saja," kilahnya.

Sementara itu sejumlah orang tua yang datang ke Mapolres mengaku terkejut karena menemukan anak-anak mereka sudah berada di Mapolres, kemarin. "Saya sempat syok dan tak bisa tidur karena melihat anak saya tak berada di kamar saat sudah larut malam. Dihubungi lewat hand phone juga tidak bisa karena tidak aktif," jelasnya.

Kendati begitu ia tetap besyukur karena sang buah hatinya ditemukan dalam keadaan selamat dan mendapat pembinaan dari aparat kepolisian. "Saya sudah sering menegur dan menasehati agar selalu melakukan kegiatan positif, tapi tak pernah didengar. Jadi saya sangat bersyukur dan memberi apresiasi terhadap kinerja kepolisian karena bisa memberi pembinaan, mudah-mudahan mereka bisa berubah," ucap Femmy penuh harap.

Sedangkan Ipda Bartje Sangeroki, Kanit Dikyaksa Polres Tomohon menambahkan kendaraan bermotor yang digunakan pelaku tetap diamankan dan dalam pengawasan pihaknya karena melanggar Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan. "Kendaraan telah ditilang karena tak dilengkapi kaca spion, memasang knalpot racing dan tak dilengkapi dokumen sah seperti SIM dan STNK," tukasnya Share