ONLINE

Selasa, 31 Mei 2011

Jamkesda Tomohon Belum Beri Manfaat

TOMOHON — Pembagian 13.380 kartu jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) yang dilakukan Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Tomohon Jimmy Eman, Rabu (18/5) lalu kepada masyarakat kurang mampu dinilai mubazir.

Sebab, meski sudah memiliki Jamkesda, masyarakat tetap mengalami kesulitan mendapat pelayanan kesehatan karena biaya berobat di Rumah Sakit  masih harus ditanggung sendiri.

“Saya pikir biaya untuk berobat di Rumah Sakit akan lebih ringan karena memiliki Jamkesda, tapi kenyataannya tidak demikian, karena semua biaya harus ditanggung sendiri. Rumah Sakit menolak melayani Jamkesda karena belum ada kerjasama,” jelas Jetje Adolphin Palit, warga Kelurahan Matani III Lingkungan VI saat mengadu ke Komisi C DPRD Kota Tomohon, Selasa (31/5).

Kemarin, Jetje mendatangi Komisi C karena tak sanggup membayar tagihan biaya perawatan anaknya Jeliana Sumaimbang di Rumah Sakit Gunung Maria senilai Rp 12,5 Juta, setelah dirawat sebulan lebih akibat operasi pada bagian perut.

Selain itu Jetje juga mengaku tak habis percaya karena jaminan kesehatan yang telah diterimanya tak bisa dimanfaatkan. Akibatnya ia terpaksa harus menjual sebagian harta bendanya untuk membiayai pengobatan sang buah hati agar cepat sembuh.

“Saya hanya berharap pemerintah serius untuk membantu meringankan biaya pengobatan untuk warga kurang mampu,” tegasnya.

Jeliana sendiri, kemarin terlihat masih terbaring lemas di ruang perawatan Kelas Maria Josep (Bedah) III B Rumah Sakit Gunung Maria. Gadis berparas cantik ini mengaku kaget  karena Jamkesda yang diharapkan bisa membantu meringankan biaya ternyata tak bisa digunakan.

“Sebenarnya dokter sudah mengijinkan untuk pulang, tapi karena terkendala belum bisa membayar biaya rumah sakit makanya belum terealisasi. Jamkesda ternyata tak dilayani disini (Gunung Maria),” ujar gadis berusia 19 tahun tersebut. Share